PENJELASAN
TENTANG ZAT PLASMA
sumber:id.wikipedia.org
Plasma adalah gas yang
terionisasi, artinya gas tersebut sudah kehilangan elektronnya. Kita tahu bahwa
sebuah unsur terdiri atas elektron dan nukleus (yang terdiri atas proton dan
neutron). Dalam zat padat, atom-atom terikat satu sama lain membentuk molekul,
yang masing-masing terikat dalam suatu ikatan kimia yang kuat. Pada zat cair,
molekul2 terikat dalam ikatan kimia lemah, dan dalam gas, molekul-molekul
terpisah satu sama lain tanpa adanya ikatan kimia.
Nah dalam plasma,
unsur-unsur tersebut tidak lagi bersatu membentuk molekul, dan unsur tersebut
kehilangan elektronnya. Jadi dalam plasma, yang ada adalah sebuah “sup” yang
terdiri atas nukleus dan elektron.
Karena plasma memiliki
banyak elektron bebas, maka plasma dapat menjadi konduktor yang baik sekali.
Contoh plasma adalah lampu neon atau display komputer.
MENGENAL PLASMA LEBIH
JAUH
Plasma sifatnya berbeda
menurut komposisi partikel-partikel bermuatannya, sehingga plasma seringkali
dipandang sebagai fase ke empat dari zat. Fase zat klasik yang sudah kita kenal adalah fase gas, cair,
dan padat. Jadi, yang keempat adalah fase plasma.
Plasma dapat terjadi
secara alamiah, terutama dalam ruang angkasa. Zat-zat yang terdapat di perut
bintang (matahari) dan ruang antarbintang, selalu dalam keadaan fase plasma.
Lapisan-lapisan bagian dari angkasa planet juga sering berujud plasma. Sebagai
contoh, ionosfer juga merupakan lapisan plasma di angkasa bumi kita. Ionosfer
biasanya dibagi menjadi dua lapisan.
Plasma alam yang
lainnya adalah apa yang dinamakan dengan sabuk Van Allen yang melingkari bumi dan badai matahari (solar storm) yang
terus menyebar keluar dari matahari memasuki
daerah sistem matahari. Cahaya kilat merupakan salah satu dari sekian
contoh plasma alam yang sering kita lihat ketika musim penghujan.
sumber:id.wikipedia.org
Plasma dapat juga
dibuat oleh manusia, terutama di dalam laboratorium fisika plasma, seperti
Lawrence Livermore Laboratory dan Tokamark Laboratory (milik Rusia). Yang
paling penting dari laboratorium tersebut adalah bagaimana cara mengurung
plasma untuk menghasilkan tenaga listrik berdasarkan reaksi fusi nuklir (penggabungan
inti-inti atom) yang terkawal, walaupun sampai sekarang belum berhasil 100%.
Namun, plasma buatan manusia dapat digunakan untuk keperluan sehari-ahri.
Gas-gas yang ’’diionkan’’ sering digunakan dalam lampu flouresensi, lampu
merkuri, neon, dan sejumlah tabung hampa merupakan suatu plasma.
Satu satu contoh lagi,
aurora borialis (cahaya kutup utara). Aurora akan terjadi bila
elektron-elektron kuat di bagian bawah dan ke lapisan atmosfer yang lebih
padat, kemudian menghasilkan pelepasan muatan listrik serta menimbulkan cahaya.
Gas yang diionkan dalam pelepasan muatan aurora itu merupakan plasma.
sumber:wall.alphacoders.com
Referensi:
http://allailatul.blogspot.com/2013/02/penjelasan-tentang-zat-plasma.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma_(wujud_zat)
http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma_(wujud_zat)
.jpg)
.jpg)

informasi yang diberikan sangat menarik dan menambah pengetahuan :)
BalasHapusArtikelnya sangat menarik dan dapat dijadikan tambahan referensi :)
BalasHapusinfonya menarik sekali ,, terima kasih karena telah menambah wawasan kepada saya :)
BalasHapusweeew,,,,, artikelnya bagus ... manambah referensi, good job :)
BalasHapuswah.. informatif..
BalasHapuskeren..
Informasinya sangat menarik dan bermanfaat. Semakin memperluas pengetahuan kita. Keren. Keep posting ya!
BalasHapusterimaksih, isi artikel sangat bermanfaat :)
BalasHapuspostingannya sangat bermanfaat :)
BalasHapusartikel yang sangat bagus dan dapat menambah wawasan ;D
BalasHapus