BAHAYA
MINUM SAMBIL BERDIRI
Sumber:pengetahuan-apaaja.blogspot.com
Kita sering ditegur
oleh teman, guru, ayah atau ibu kita disaat kita makan atau minum sambil
berdiri. Kemudian kita sering bertanya-tanya mengapa hal tersebut dilarang dan
apa alasannya. Mungkin mereka menegur karena alasan etika dan kesopanan.
Dalam hadits riwayat
Muslim disebutkan, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “Jangan kalian minum
sambil berdiri, apabila kalian lupa, maka hendaknya dimuntahkan,” lantas
seorang sahabat yang bernama Qotadah bertanya, “Bagaimana dengan makan?”.
Beliau menjawab, “Itu lebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Selain itu, ternyata
makan dan minum sambil berdiri bukan hanya dilarang secara agama dan etika,
tetapi juga secara kesehatan. Menurut dr. Andri Setiawan, makan dan minum sambil
berdiri selain dilarang lantaran alasan kesopanan, juga berdampak buruk pada
kesehatan. Makan dan minum sambil duduk lebih menyehatkan daripada sambil
berdiri. Pasalnya, dalam tubuh manusia terdapat jaringan penyaring atau filter
yang disebut sfringer, yakni struktur maskuler (berotot) yang berfungsi membuka
dan menutup.
“Air yang kita minum
akan disalurkan pada pos-pos penyaringan di ginjal. Filter penyaring ini
terbuka disaat kita duduk dan tertutup disaat berdiri,” ujar dokter yang
praktik di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) itu dalam artikel Yahoo Indonesia
yang ditulis oleh Rachmat Muslim.
Secara internal, tubuh
kita memiliki jaringan penyaring yang dapat membuka dan menutup, maka kebiasaan
makan dan minum sambil berdiri sangatlah riskan dan bisa berakibat fatal untuk
kesehatan ginjal. Dan ternyata, jika kebiasaan buruk ini sering terjadi dapat
mengakibatkan pelakunya pingsan atau mati mendadak.
Sejurus dengan apa yang
dikatakan oleh dr. Andri Setiawan, dr. Ana Budi Rahayu, SpS, juga menjelaskan
bahwa makan sambil berdiri akan menyebabkan terjadinya reflux asam lambung,
asam lambung akan naik ke esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi.
“Karena itu cara mencegah reflux asam lambung ini dengan makan sambil duduk,”
ujar dokter Spesialis Saraf RS PKU Muhammadiyah Bantul itu seperti yang dirilis
oleh Republika.
Referensi:

0 komentar:
Posting Komentar