METABOLIT SEKUNDER
METABOLIT SEKUNDER PADA TANAMAN
METABOLIT SEKUNDER PADA TANAMAN
KUMIS KUCING (Orthosipon aristatus Miq.)
Gambar.1
Tanaman Kumis Kucing
Sumber:www.khasiatstanamanobat.blogspot.com
Kumis
Kucing adalah salah satu komoditas fitofarmaka yang sudah diperdagangkan skala
internasional menjadi komoditi Ekspor. Sedangkan di Indonesia, kumis kucing
banyak digunakan sebagai bahan baku jamu. kumis kucing atau yang biasa di kenal dalam
bahasa latinya dengan nama Orthosiphon aristatus, tumbuhan ini biasanya
digunakan oleh ibu rumah tangga sebagai tanaman hias. Tanaman ini termasuk
kedalam jenis family Labiata atau Lamiaceae. Selain sebagai tanaman hias Kumis
kucing juga sudah di kenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat herbal yang sangat
mujarab untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jika ditinjau
dari segi pengetahuan kimia, tumbuhan herbal ini kaya akan kandungan glikosida
orthosiphonin, kandungan zat ini bermanfaat sebagai zat yang dapat melarutkan
fosfor serta asam urat yang ada dalam tubuh kita, terutama pada bagian empedu
serta kandung kemih, dan tentunya masih banyak lagi manfaat yang dapat kita
peroleh dari tanaman obat yang satu ini.
Kumis kucing (Orthosipon aristatus Miq.) menjadi
tanaman utama pada program Saintifikasi Jamu, karena tanaman ini dimanfaatkan
sebagai produk minuman fungsional bagi penderita penyakit degeneratif karena
dapat membantu memperbaiki fungsi ginjal. Senyawa kimia yang terdapat dalam
daun kumis kucing antara lain adalah garam kalium, senyawa saponin, alkaloid,
minyak atsiri, glikosida dan tanin. Kandungan bahan aktif utama yang paling
stabil dalam daun kumis kucing adalah komponen senyawa sinensetin yang bersifat
anti bakteri dan sinensetin telah dijadikan zat identitas simplisia kumis
kucing (Rosita dan Nurhayati, 2004). Kumis kucing juga dilaporkan dapat
menaikkan pengeluaran asam urat sehingga sering digunakan untuk obat rematik
dan gangguan ginjal karena asam urat. Dosis yang lazim digunakan adalah 1 laki
sehari 2,5 g daun yang direbus sehingga diperoleh cairan 1 cangkir. Dilaporkan
bahwa akar (kandungan g-piron) dapat digunakan pada diabetes) Hasil penelitian
lain terhadap Orthosiphon spicatus menyitir bahwa tidak menutup kemungkinan
golongan senyawa yang mempunyai efek antiradang adalah flavonoid lipofil.
Garam kalium yang ada pada tanaman kumis
kucing mampu melarutkan asam fosfat dan oksalat dalam tubuh (kandung kemih,
ginjal, dan kemih) sehingga mencegah terjadinya pengendapan di ginjal (batu
ginjal).
Saponin seperti sabun
membentuk larutan koloidal dalam air dan membentuk busa bila digojog,
berasa pahit menggigit, menyebabkan bersin dan
mengiritasi selaput lendir Adanya saponin
juga
dapat
membantu kelarutan serta
absorbsi obat. Dikarenakan kandungan saponin pada
tanaman kumis kucing dapat mengatasi selaput lender maka kumis kucing dapat
digunakan untuk obat keputihan.
Alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang
mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam gabungan, sebagai
bagian dari sistem siklik. Alkaloid pada kumis kucing dapat membunuh bakteri dalam luka oleh sebab
itu kumis kucing dapat digunakan untuk membantu mengeringkan luka.
Minyak atsiri yang dikandung
daun kumis kucing sebesar 0,02-0,06% terdiri dari 60 macam sesquiterpens dan
senyawa fenolik. Minyak atsiri dalam kumis
kucing digunakan untuk mengatasi dyspepsia, gastritis, gangguan sirkulasi
darah, antialergi, dan antiparitik.
Glikosida dari segi pandang
biologi berperan dalam tumbuhan
terlibat dalam fungsi pengaturan-penga-turan, perlindungan, dan kesehatan, sedangkan untuk
manusia ada
yang
digunakan datam pengobatan.
Dalam segi pengobatan, glikosida menyumbang hampir setiap
kelas pengobatan, misalnya sebagai
obat jantung. Oleh sebab itu kumis kucing dapat
digunakan untuk obat jantung.
Tanin dianggap senyawa kompleks yang dibentuk dari
campuran polifenol yang sangat sukar dipisahkan karena tidak dapat
dikristalkan. Tanin umumnya terdapat dalam organ: daun, buah, kulit batang, dan
kayu. Didalam tumbuhan letak tanin terpisah dari protein dan enzim sitoplasma,
tetapi bila jaringan rusak, misalnya bila hewan memakannya maka reaksi
penyamakan dapat terjadi. Reaksi ini menyebabkan protein lebih sukar dicapai
oleh cairan pencernaan hewan.
METABOLIT SEKUNDER PADA TANAMAN
LIDAH BUAYA (Aloe vera)
Gambar
2. Tanaman Lidah Buaya
Sumber:www.shanty.staff.ub.ac.id
Lidah
Buaya adalah sejenis tumbuhan yang sudah
dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut,
penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan
mudah di kawasan kering di Afrika. Seiring
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanaman - tanaman lidah
buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta
sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.
Lidah
buaya mengandung banyak gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Komponennya dengan
bentuk gel yang sebagian besar adalah air mencapai 99.5% jumlah total, serta
dengan total padatan terlarut hanya 0,49 %, lemak 0,067 %, karbohidrat 0,043 %,
protein 0,038 %, vitamin 0,49 %, vitamin C 3,476 mg (Furnawanthi, 2002).
Sedangkan kandungan gizi yang tinggi di dalamnya adalah vitamin C. Kandungan
metabolit sekunder dalam lidah buaya yaitu antara lain antrokuinon, Tanin,
polifera, saponin, anthranoids, dan flavonoid.
Berikut beberapa kandungan lidah buaya dan manfaatnya:
a)
Antrokuinon
pada lidah buaya untuk mengurangi gula dalam darah
Salah satu zat
yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik
dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti
pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan
meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase
3beta, sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah. Selain itu,
Menurut Ayurveda, pengobatan tradisional India, manfaat lidah buaya telah
hipoglikemik. Yaitu dapat mengurangi glukosa darah (gula dalam darah) pada
orang dengan diabetes.
b)
Tanin,
polifera, dan saponin pada lidah buaya
untuk obat antiseptic & obat luka bakar
Tanaman lidah buaya daun dan akarnya
mengandung saponin dan flavonoid, di samping itu daunnya mengandung tanin dan
polifenol (Hutapea, 2000). Saponin ini mempunyai kemampuan sebagai pembersih
sehingga efektif untuk menyembuhakan luka terbuka, sedangkan tanin dapat
digunakan sebagai pencegahan terhadap infeksi luka karena mempunyai daya
antiseptik dan obat luka bakar. Flavonoid dan polifenol mempunyai aktivitas
sebagai antiseptic (Harborne, 1987).
c)
Anthranoids
pada lidah buaya untuk obat pencahar
Karena lidah buaya lateks (kuning
jus diekstraksi dari lapisan luar daun) mengandung molekul dengan efek pencahar
yang kuat (disebut "anthranoids"), tanaman bisa efektif dalam
kasus-kasus sembelit. Manfaat ini juga diakui oleh WHO dan ditunjukkan dalam
beberapa penelitian.
d)
Flavonoid pada
lidah buaya untuk regenerasi kulit
Kaya antioksidan
(flavonoid, vitamin C, beta-karoten), lidah buaya akan memiliki anti-penuaan.
Sebuah studi yang dilakukan di Turki 2009, menunjukkan bahwa lidah buaya dapat
membantu regenerasi jaringan kulit. Selain itu dapat memudarkan bekas luka dan
garis garis putih/merah akibat kehamilan atau strecth mark, merawat luka kecil
akibat teriris pisau dan tergores serta memudarkan bintik-bintik kehitaman pada
kulit.
e)
Gel lidah buaya
untuk membantu pencernaan
Penelitian telah menunjukkan gel
lidah buaya mampu mengusir dan membinasakan racun dan bahan asing lainnya yang
biasanya menempel pada usus. Racun dan benda asing yang menempel pada usus
sangatlah berbahaya sebab mengakibatkan akumulasi limbah sehingga dapat
memblokir saluran usus dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.
Manfaat lidah buaya adalah dapat menghilangkan limbah dan membantu dalam
pengaturan asam. Hal tersebut dapat mencegah Anda dari menderita gangguan
pencernaan dan juga dapat membersihkan darah serta meningkatkan sirkulasi
normal.
DAFTAR PUSTAKA
http://analisateknisia.blogspot.com/2008/10/aloe-vera-yo.html, diakses tanggal 12 April 2014 jam 08.00 WIB.
http://infokesehatanalami.wordpress.com, diakses tanggal 12 April 2014 jam 08.00 WIB.
http://www.vemale.com/kesehatan/41811-khasiat-daun-kumis-kucing.html, diakses tanggal 12 April 2014 jam 08.10 WIB.
http://trik-tips-sehat.blogspot.com/2013/04/manfaat-kumis-kucing.html, diakses tanggal 12 April 2014 jam 08.15 WIB.
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/12/02/26/lzzb8z-yuk-intip-khasiat-lidah-buaya, diakses tanggal 12 April 2014 jam 08.25 WIB.
.jpg)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar