Bahaya Minum Teh Setelah
Makan
sumber gambar: http://fujianto21-chikafe.blogspot.com/2013/09/bahaya-minum-air-dingin-setelah-makan.html
Biasanya teman paling setia makan adalah minum teh, baik
es teh maupun teh hangat. Tapi apakah kita tahu efek samping dari minum teh
setelah makan? Minum teh paling tidak sejam sebelum atau setelah makan akan
mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi sebesar 64 %. Pengurangan
daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan
oleh minum segelas kopi setelah makan. Kopi mengurangi daya serap hanya 39 %.
Pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat
tanin dalam teh. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung kafein,
polifenol, albumin, dan vitamin. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi
dari makanan terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian,
sayur-mayur, dan kacang-kacangan.“Bila kita makan menu standar plus segelas
teh, zat besi yang diserap hanya setengah dari yang semestinya”
Menurut Dr. Rachmad Soegih, ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo,
Jakarta, zat tanin itu sendiri memang menghambat produksi hemoglobin. Kalau
memang mau menghindari teh dan mendapatkan banyak zat besi, sebaiknya teh
digantikan air jeruk sebagai peneman makan.
“Makan nasi pecel dengan jeruk memperbesar penyerapan zat
besi bila dibandingkan dengan minum es teh” Kenapa? Vitamin C ternyata
memperbesar penyerapan zat besi oleh tubuh.
Apakah fakta ini membuat minum teh harus ”diharamkan”
sama sekali? Jangan salah. Soalnya, teh mengandung zat lain yang berfungsi positif.
Ada kiat minum teh yang tepat, agar minuman ini tidak
menghambat produksi zat besi dalam sel darah:
* Teh akan berefek baik bagi tubuh bila dikonsumsi pada
pagi dan sore, disertai karbohidrat dan protein, misalnya roti dan biskuit.
* Kiat lain, memberikan jeda minum teh setelah makan,
misalnya dua jam setelah makan.
Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan
cukup bagi usus 12 jari dan usus halus bagian atas untuk melakukan proses
penyerapan makanan. Jadi, boleh-boleh saja menyeruput teh kapan pun, asal tidak
setelah makan.
Minuman teh dicampur dengan es sebagai pelepas dahaga di
siang hari yang terik tentunya sangat menyenangkan. Namun, bagi Anda yang
memiliki kecenderungan mengalami pembentukan batu ginjal sebagiknya
berhati-hati. Penelitian terbaru menyarankan, sebaiknya beralih dari es teh ke
air putih dengan lemon atau jus lemon. Menurut para ahli, batu yang terbentuk
dari kristal di dalam ginjal atau saluran air seni dari ginjal ke kandung kemih
mempengaruhi sekitar 10% populasi Amerika Serikat. Pria tercatat memiliki
risiko empat kali lebih besar dibandingkan wanita. Risiko pembentukan batu
ginjal tesebut biasanya akan meningkat setelah usia 40 tahun. Kandungan zat
oxalate sebagai salah satu kunci pembentukan batu ginjal, terdapat didalam es
teh dalam tingkat konsentrasi tinggi.
“Untuk banyak orang, es teh adalah salah satu minuman
yang paling buruk. Terutama bagi orang yang memiliki risiko pembentukan batu
ginjal, minuman itu sangat berisiko,” ujar Instruktur department of urology di
Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, John Milner.
Kegagalan untuk menjaga kecukupan cairan dalam tubuh
adalah penyebab utama pembentukan gagal ginjal. Tingginya suhu udara dan
tingkat kelembaban, sering menyebabkan keringat berlebih dan dehidrasi,
didukung oleh tingginya konsumsi es teh, dapat meningkatkan risiko gagal ginjal
saat ini.
Tea Association dari Amerika Serikat melaporkan, warganya
mengonsumsi sekitar 1,91 miliar galon es teh per tahun. Hal tersebut dilatari
dengan keyakinan bahwa minuman tersebut lebih sehat dibandingkan minuman lain
seperti soda dan bir. Milner mengatakan, minum air putih adalah cara terbaik
untuk menjaga cairan dalam tubuh. Jika seseorang cenderung terkena batu ginjal,
pilihan terbaik adalah minum air putih dengan lemon atau jus lemon.
“Lemon memiliki kandungan sitrat yang tinggi, sehingga
dapat mencegah pembentukan batu ginjal. Jus lemon yang tidak dicampur dengan
bahan-bahan perasa lainnya, dapat membantu pembentukan batu ginjal terutama
bagi orang-orang yang berisiko tinggi,” jelas Milner.
Makanan lainnya yang memiliki tingkat oxalate tinggi yang
perlu dihindari oleh orang yang memiliki kecenderungan batu ginjal antara lain,
bayam, coklat dan kacang. Selain itu, perlu juga mengurngi konsumsi garam, dan
minum air putih yang cukup setiap hari. Serta, makanan dengan kandungan kalsium
tinggi yang dapat menetralkan penyerapan tubuh terhadap oxalate.
Referensi:
https://www.facebook.com/KholishKurniawan/posts/527830770607857

menurut saya artikelnya bagus, dan dapat menambah pengetahuan kita
BalasHapusartikelnya unik dan menarik. makasih :)
BalasHapusartikel yang menarik dan bagus kakak, bisa menambah wawasan kita
BalasHapusterimakasih infonya, artikelnya bagus
BalasHapusartikel ini sangat menarik dan menambah wawasan kak, terimakasih atas postingannya :)
BalasHapuswah wah wah, ini adalah yang sering saya lakukan. baru tahu kl ternyata merupakan kebiasaan berbahaya. terimakasih atas pencerahannya. :)
BalasHapuswah ternyata begitu yaaa -.- padahal terkadang saya siang2 minum teh. oke kkak, terimakasih infonya :D
BalasHapusooh begituu artikel ini menarik dan sangat bermanfaat .. terima kasih infonyaa....
BalasHapus